Refleksi Etnomatematika

Etnomatematika Candi Borobudur
oleh Endar Chrisdiyanto, Universitas Negeri Yogyakarta
Marsigit_Endar Chrisdiyanto_UNY
Etnomatematika adalah salah satu mata kuliah di semester 6. Dosen pengampu mata kuliah ini Prof. Marsigit, M.A Etnomatematika merupakan pembelajaran matematika yang berbasis budaya.. Melalui Budaya ini nantinya akan membantu didalam proses pembelajaran. Menurut Wahyuni (2013), etnomatematika adalah bentuk matematika yang dipengaruhi atau didasarkan budaya. Shirley (Marsigit, 2016:2) berpandangan bahwa sekarang ini bidang Etnomatematika, yaitu matematika yang tumbuh dan berkembang dalam masyarakat dan sesuai dengan kebudayaan setempat, dapat digunakan sebagai pusat proses pembelajaran dan metode pengajaran, walaupun masih relatif baru dalam dunia pendidikan. Melalui penerapan Etnomatematika dalam pendidikan matematika, peserta didik diharapkan dapat memahami pelajaran matematika dan budaya mereka sendiri yang akan berdampak pada mudahnya menanamkan nilai budaya dalam diri peserta didik, sehingga nilai budaya dapat tertanam sejak dini dalam diri siswa.
Pembelajaran berbasis Etnomatematika ini dituangkan dalam bentuk RPP dan juga LKS. Untuk kegiatan yang berbasis etnometematika ini akan disususn dalam sintaks yang ada dalam RPP. Untuk RPP yang disusun dengan sintaks saintifik yang berpusat pada siswa( student centre). Sedangkan untuk LKS digunakan untuk memahamkan suatu konsep matematika dengan kemudian diamati dan dihubungkan dengan salah satu konsep matematika yang akan dipelajari. Dalam RPP dan LKS yang saya buat ini mempelajari konsep geometri yang ada pada candi Borobudur.
Candi Borobudur merupakan candi terbesar yang memiliki banyak stupa, bangunan dan juga relief yang bisa dijadikan media dalam pemeblajaran Etnomatematika. Candi Borobudur dipercaya sebagai perwujudan dari kitab suci yang berisi cerita-cerita tentang dewa, kehidupan manusia, hewan, dan perwujudan ‘Boddhisatva’ yang diarahkan sebagai monumen atas intisari kehidupan dari dasar hingga puncak bangunan. Candi Borobudur menjadi situs warisan dunia UNESCO dari Indonesia yang dikategorikan dalam World Heritage of Culture yang harus dilestarikan. Candi Borobudur ini terdiri dari beberapa tangga dan beberapa lorong. Setiap tangga memiliki lorong yang bisa di jelajahi reliefnya dan dijadikan media dalam merepresentasikan matematika Di masing-masing lorong tersebut terdapat relief yang unik dan juga menarik yang memiliki makna yang mendalam dan sebagai gambaran kehidupan dimasa itu. Relief yang ada di masing-masing dinding memiliki arti yang mengambarkan bagaimana kehidupan yang ada saat masa kerajaan yang terjadi dimasa itu.
Pengamatan ini dilakukan di komplek candi Borobudur yang ada di kabupaten Magelang. Candi Borobudur merupakan salah satu candi Budha terbesar di dunia dan disahkan oleh UNESCO menjadi salah satu candi warisan dunia. Sebelum memulai pengamatan ada beberapa langkah di dalam persiapannya yaitu membentuk kelompok yang dilakukan secara undian, menentukan pembagian kelas, menentukan masing-masing materi dan kompetensi yang akan direpresentasikan melalui objek Etnomatematika yang ada di komplek candi Borobudur, menyusun proposal, melakukan pengamatan dan menganalisa hasil pengamatan, hasil analisa pengamatan akan disesuaikan dengan materi yang akan diajarkan yang dituangkan dalam Lembar Kegiatan Siswa (LKS)dan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran(RPP). Setelah itu kemudian implementasi dari perangkat yang disusun oleh masing-masing orang berbasis etnomatematetika yang dilakukan secara acak untuk masing-masing tempat yang dilakukan pengamatan. Dari hasil implementasi nantinya akan dilakukan refleksi oleh masing-masing mahasiswa dengan beberapa hal yang akan diamati dari pengamatan yang dilkuakan dari guru contoh yang dipilih secara acak.
Setelah beberapa waktu berkeliling lorong disetiap tangganya saya menemukan beberapa bangunan yang dapat merepresentasikan materi pada kelas 8 SMP tentang pola bilangan, luas permukaan dan juga volume dari bangun ruang sisi datar yaitu kubus dan balok. Dari bangunan yang sudah diamati bisa memudahkan guru untuk mengajarkan materi yang sesuai dengan karakter siswa kelas VIII SMP yang masih mempelejari matematika dengan yang konkrit. Selain itu juga siswa lebihh mudah memahami materi matematika dengan mudah karena siswa mamau melihata apa yang dipelajari secara nyata dan dapat dilukiskan dalam bentuk konkrit dalam kehidupan sehari-hari. Hasil pengamatan tersebut membantu dalam visualisasi dan merepresentasikan pembelajaran Matematika melalui LKS.
Hasil dari pengamatan dan juga analisis yang digambarkan dalam bentuk ice berg yang menggambarkan bagaimana konsep matematika dibangunn dibnak siswa melalui pembellajran Etnomatematika yang dimulai dari visualisai gambar nyata, kemudian sketsa gambar untuk megidentifikasi apa saja yang dimiliki dari gambar untuk membangun sebuah konsep matematika pada siswa. Pada bagian puncak dari gunung es ini natinya berupa rumus tentang suatu bangun geometri yang diajarkan. A
Banyak objek matematika yang dapat diamati di candi Borobudur salah satunya balok dan kubus. Dari objek bangunan yang diamati dikomplek candi Borobudur akan membantu di dalam memvisualisasikan pola bilangan, luas permukaan dan juga volume kubus serta balok. Selain itu pula dari objek yang ada juga dapat membantu dalam memvisualisasikan pola bilangan. Sehingga dari objek-objek yang diamati dapat membantu didalam memvisualisalisakan matematika yang berbasis budaya pada siswa dengan mudah sehingga pembelajaran matematika mudah dipahami siswa dengan baik. Semoga dengan pengamatan ini membantu guru dalam memvisualisasikan matematika secara nyata dan juga menegenalkan kearifan lokal pada siswa.




Comments