Grounded Theory
Grounded Theory
(Endar
Chrisdiyanto,Pendidikan Matematika )
A.
Definisi
dan latar belakang
Riset grounded theory adalah riset yang keluar dari deskripsi dan untuk
memunculkan theory(Corbin dan Straus,2007). Para partisipan dalam penelitian
ini mengalami sendiri. Ide dari penelitian tidak muncul didasarkan pada data
dari partisipan yang mengalami sendiri. Theory
ini dikemabngkan oleh Barnley dan Strauss yang berpandangan bahwa theory harus
didasarkan pada data dari lapangan.
Jadi theory Grounded theory
harus didasarkan pada data dari lapangan untuk memunculkan sebuah ide baru.
Banyak karya dari Glaser dan Straus yang digunkana sebagai dasar dari
penelitian Grounded Theory.
B.
Ciri utama
Ciri
uatama dari penelitian Grounded Theory ini
yaitu sebagai berikut :
a. Peneliti
memfokuskan pada proses yang memiliki tahapan atau fase khas yang terjadi
sepanjang waktu.
b. Peneliti
mengembangkan theory tentang proses atau
aksi ini. Teori adalah penjelasan tentang sesuatu atau pemahaman yang dikembangkan oleh peneliti.
c. Memoing menjadi bagian yang dari pengembangan teori
ketika peneliti menuliskan ide berdasakan data
yang telah dikembangkan.
d. Bentuk umum drai penelitian ini yaitu
wawancara yang peneliti mengumpulkan data dan membandingkannya data yang sudah
diperolehnya.
e. Analisis
data distrukturkan dan mengikuti pola pengembangan kategori terbuka. Memilih satu kategori untuk menjadi fokus dari teori yang dikembangkan.
C.
Tipe Grounded Theory
Pendekatan yang populer dalam grounded
theory yaitu prosedue sistematis dan konstruktivis. Pada prosedur
theoritis langkah yang dilakukan yaitu
dengan ke lapangan untuk mengumpulkan data, kembali untuk analisiis data dan
kembali lagi ke lapangan untuk mengumpulkan banyak informasi dan kembali lagi
ke kantor untuk menganalisa. Hal itu dilakukan sampai ditemukan data yang
benar-benar valid dan sesuai yang dibutuhkan untuk teori yang dikembangkan. Para partisipan yang
diwawancari secara sampling. Metode pengumpulan data yang seperti ini disebut
dengan metode pengumpulan data komparatif konstan. Peneliti mengawali dengan coding terbuka. Tipe-tipe dari kategori
dibedakan menjadi beberapa yaitu kondisi kausal, strategis, konstektual,
penggangu dan konskuensi. Kategori ini didasrkan pada lingkungan dimana
prosedur ini disebut dengan coding
aksial. Langkah terakhir dalam penelitian ini disebut dengan coding selektif yang penelitinya
mengambil model dan pengembangan proposisi
yang menghubungkan kategori dalam model tersebut.
Strauss mengembangkan langkah-langkah tersebut.
Akan tetapi model yang dikembangkan
Straus lebih maju yaitu dengan mengembangkan matriks kondisional. Matriks ini digunakan untuk mengkodekan dalam
membuat hungan antara mikkro dan makro. Jenis
kedua yaitu tidak menganut studi tentang proses tunggal atau kategori
inti. Ciri yang kedua ini terletak pada pendekatan interpretatif dalam
penelitian kualitatif dengan pedoman yang fleskibel, fokus pada teori yang
dikembangkan yang bergantung pada
pandangan peneliti. Selain itu juga dalam penelitian ini tidak mengecilkan peran
dari peneliti karena peneliti dalam
bagian ini yaitu membuat keputusan, mengajukan pernyataan, menjelaskan
nilai, pengalaman dan prioritas pribadi.
D.
Prosedur
Prosedur
dalam penelitian Grounded Theory ini yaitu:
a. Peneliti
perlu memulai dengan menentukan apakah Grounded Theory sesuai untuk mempelajarai problem riset.
b. Pertanyaan
yang diajukan oleh peneliti diarahkan pada bagaimana individu mengalami prose
tersebut dan mengidentifikasikan tahap dalam prose tersebut.
c. Pertanyaan
ini biasanya ditanyakan dalam wawancara.
d. Analisis
data dilakukan secara bertahap.
e. Dalam
coding aksial peneliti menyususn data dalam cara baru setellah coding tebuka.
f. Hasil
dari proses pengumpulan data ini adalah suatu teori dari hasil analisis data
yang dilakukan sebagai hasil kegiatan wawancara.
Penelitian
Grounded Theory menantang karena peneliti harus menemukan
teori baruu dari hasil pengumpulan data
dan analisis data yang dilakukan oleh peneliti.
Comments
Post a Comment