PERBEDAAN KUALITATIF DAN KUANTITATIF
PERBEDAAN KUALITATIF DAN
KUANTITATIF
(Endar Chrisdiyanto)
Penelitian adalah suatu proses untuk mengetahui apa
yang menjadi tujuan dilakukannya penelitian tersebut. Penelitian ini merupakan
sebuah prose berpikir untuk menemukan solusi dari sebuah permasaaha yang ingin
dipecahkan. Berpikir adalah menyusun kata-kata menjadi saling berhubungan satu
sama lain. selain itu juga berpikir
adalah sebuah proses untuk menemukan hubungan antara fenomenologi satu dengan
fenomologi lainnya. Jika sudah diketahui hunguna natar yang satu dengan yang
lainnya maka akan ditemukan yang dinamakan kesimpulan dan keterkaitaanya dari
kedua fenomenologi. Berpikir berarti menempatkan kesadaran kepada suatu objek
sampai pikiran bergerak untuk menyadari bagian-bagian lain dari objek yang
disadari itu.
Ada beberapa cara berpikir yaitu berpikir analitik
dan berpikir sintetis. Berpikir analitik yaitu berpikir dengan menganalisa
permasalahan yang ada kemudian menentukan kesimpulan dari hasil analisa yang dilakukan. berpikir sintetik
juga yaitu menghubungkan satu objek dengan objek yang bukan semestinya,
contoh:rambut basah. Perbedaan berpikir analisis dan sintetik yaitu peda cara
menghubungkan antara objjek yang satu dnegan yang lainnya. Bepikir analitis ,
menghubungkan objek dengen seuatu objek yang menjadi semestinya. Sedangkan
berpikir analitis yaitu berpikir yang menghubungkan sesutau dengan sesuatu yang
bukan semestinya.
Ada dua pola penyusunan kalimat yaitu deduksi dan
induksi. Penelitian deduksi yaitu dari khusus ke yang umum. Sedangkan untuk
penelitian induki menggunakan polda dai umum menuju ke yang khusus. Sedangkan
induktif adalah suatu upaya membangun teori berdasarkan data dan fakta yang ada
di lapangan. Berpikir secara induktif merupakan suatu cara berpikir dengan
mendasarkan pada pengalaman yang berulang. Bisa juga merupakan sebuah kumpulan
fakta yang berserakan yang kemudian kita cari kesesuaian diantara fakta-fakta
tersebut sehingga masing masing fakta memiliki keterkaitan satu sama lain.
Dengan demikian berpikir secara induktif merupakan suatu rekayasa dari berbagai
macam kasus yang unik atau khusus yang kemudian dikembangkan menjadi suatu
penalaran tunggal yang menggabungkan kasus-kasus khusus tersebut kedalam suatu
bentuk pemahaman yang umum.
Metodologi penelitian yang baik akan menghasilkan
paradigma yang baru dalam pengembangan ilmu pengetahuan. Hasil pemikiran
paradigma selalu tidak mencukupi dan terbuka untuk perubahan selanjutnya.
Dengan kata lain hasil pemikiran melalui perubahan paradigma akan selalu
bersifat relative, hal ini bergantung pada data dan fakta yang diperoleh dari
dunia nyata yang kemudian dianalisis
menurut kaidah-kaidah ilmiah. Ada 2 metode penelitian yaitu kualitatif dan
penelitian kuantitatif. Penelitian kuantitatif yaitu penelitian yang
menekankan kepada metode pengumpulan
data numerik dan analisis statistik terhadap hipotesis yang dinyatakan oleh
peneliti. Hipotesis yaitu suatu pernyataan sementara tentang hubungan variabel
– variabel yang diteliti oleh peneliti. Contoh hipotesis yaitu; “Ada hubungan
antara minum kopi dan sakit jantung” .
Penelitian kualitatif yaitu penelitian
yang menekankan kepada analisis non numerik dan analisis interpretatif terhadap
fenomena sosial. Penelitian ini tidak
menggunakan model – model matematik, statistik, atau komputer.
Proses pengumpulan dan pengolahan data dapat menjadi sangat peka dan pelik,
karena informasi yang dikumpulkan dan diolah harus tetap obyektif dan tidak
dipengaruhi oleh pendapat peneliti
sendiri. Penelitian kuantitatif merupakan pendekatan penelitian yang mewakili
paham positivisme, sementara itu penelitian kualitatif merupakan pendekatan
penelitian yang mewakili paham naturalistik (fenomenologis). Penelitian dengan
pendekatan kuantitatif dan kualitatif oleh sebagian kalangan tidak boleh
dicampuradukan, namun pemahaman ini dianggap keliru oleh para peneliti yang
melihat bahwa masing-masing pendekatan penelitian mempunyai kelemahan, dan oleh
karenanya dianggap perlu untuk melakukan kombinasi, agar masingmasing pendekatan
saling melengkapi. Alasan pemilihan kedua pendekatan penelitian tersebut adalah
bahwa kedua jenis penelitian tersebut saling memperkuat dan saling melengkapi sehingga
akan dicapai hasil penelitian yang tidak hanya obyektif, terstruktur dan
terukur namun akan dicapai juga hasil penelitian yang mendalam dan faktual.

Gambar
1. Digaram Alur Penelitian Kualitatif
Ciri-ciri
penelitian kualitatif sebagai berikut:
a. Peneliti
menggunakan prosedur pengumpulan data yang tepat dan teliti. Peneliti
mengumpulkan data , merangkumnya dan menyusunnya dengan baik dan benar.
b. Peneliti
membingkai penelitian dengan menggunakan asumsi dan ciri pendekatan kualitatif.
c. Penelitian
menggunkan pendekatan penelitian yang sesuai dengan pendeatan penelitian
kualitatif yaitu menggunakan pendekatan naratif, studi kasus, dan etnografi.
Pendektaan ini sesuai dengan penelitian kualitatif dan sesuai digunakan untuk
jenis penelitian ini.
d. Penelitian
dimulai dengan fokus pada konsep tunggal untuk ditelliti. Penelitian ini
berfookus pada salah satu ytopik permasalahan yang akan dibahas dalam
penelitian ini. Tujuan dari fokus ini yaitu agar hasil yang didapatkan dalam
lebih mendetail dan mendalam.
e. Penelitiian
ini mendetail baik dari metode , pendekatan yang tepat dan cermat dalam
pengumpulan data, analisis data dan dalam penyusunan laporan. Ketepatan dan
ketelitian dilihat dari pengumpulan data yang tepat dan intensif. Ketepatan
ini memvalidasi isi akurasi dari laporan
yang dibuat dengan menggunakan satu atau beberapa prosedur.
f. Penelitian
ini menganalisis data dengan menerapakan gaya abstraksi yang berbeda-beda.
Abstaksi dimulai dari hal yang khuususu menuju hal yang umum. Hal- hal ini
dimulai dnegan menanlisa sebuah objek yang khusus barulah menunju ke obyek yang
umum. Dari hasil ini didapatkkan dari hasil pengamatan yang mendtail untuk
sebuah kasus dengan menggunakan metode yang tepat agar didapatakan hasil yang mendetail dan
sesuai dnegan tujuan dilakukanya penelitian.
g. Peniliti
menulis secara persuasif sehingga mengajak para pembacanya ke dalam penelitian
yang sedang dibuat. Dengan persuasif ini peneliti ingin membuat pembaca memahami
apa yang peneliti lakukan. Selain itu juga dengan pendektan persuasif ini
pembaca akan mudah memahami isinya dan memahami maksud dari penelitian yang
dilakukan oleh peneliti.
h. Studi
pembelajaran ini untuk merefleksikan dari sejarah, kebudayaan, dan pengalaman
pribadi dari sang peneliti. Hal ini
bukan hanya sekedar autobiografi akan tetapi hal ini lebih mempengaruhi
dari hasil penelitian yang dilakukan terhadap peneitiaan yang akan
dibahas. Hal ini bukan hanya sekedar autobiografi akan tetapi
hal ini lebih mempengaruhi dari hasil penelitian yang dilakukan terhadap
peneitiaan yang akan dibahas dalam mengumpulkan data, menafsirkan situasi dan
bagaiman hasil yang nantinya akan didapatkan.
i.
Penelitian kualitatif ini bersifat
etis. Karena tidak hanya hasil saja yang
akan didapatkan tetapi juga etika dalam melakukan penelitian ini harus
diperhatikan agar hasil yang didapatkan dalam penelitian ini tidak hanya untuk
penelitian saja tetapi juga untuk perkembangan penelitian selanjutnya.
Ada 5 perbedaan antara penelitian kualitatif
dan juga penelitian kuantitatif yaitu sebagai berikut :
1. Bersifat
realitas, pendekatan kuantitatif melihat realitas sebagai tunggal, konkrit,
teramati, dan dapat difragmentasi. Sebaliknya pendekatan kualitatif melihat
realitas ganda (majemuk), hasil konstruksi dalam pandangan holistik. Sehingga
peneliti kuantitatif lebih spesifik, percaya langsung pada obyek generalis,
meragukan dan mencari fenomena pada obyek yang realitas.
2. Interaksi
antara peneliti dengan obyek penelitiannya, pendekatan kuantitatif melihat
sebagai independen, dualistik bahkan mekanistik. Sebaliknya pendekatan
kualitatif melihat sebagai proses interaktif, tidak terpisahkan bahkan
partisipasif.
3. Posibilitas
generalis, pendekatan kuantitatif bebas dari ikatan konteks dan waktu (nomothetic
statements), sedangkan pendekatan kualitatif terikat dari ikatan konteks
dan waktu (idiographic statements).
4. Posibilitas
kausal, pendekatan kuantitatif selalu memisahkan antara sebab riil temporal
simultan yang mendahuluinya sebelum akhirnya melahirkan akibat-akibatnya.
Sedangkan pendekatan kualitatif selalu mustahilkan usaha memisahkan sebab
dengan akibat, apalagi secara simultan.
5. Peranan
nilai, pendekatan kuantitatif melihat segala sesuatu bebas nilai, obyektif dan
harus seperti apa adanya. Sebaliknya pendekatan kualitatif melihat segala
sesuatu tidak pernah bebas nilai, termasuk si peneliti yang subyektif.
Comments
Post a Comment